Harum semerbak bagai mawar di taman . Indah di pandag bagai bunga di tangan. laksana angin melambai tiap langkahmu. Bagai air megalir senyumanmu.
Manis wajahmu membuaku terpaku. Bibir manismu terbayang selalu. Bila mawar di telinga. Sempurnalah katabuaianku.
Bunga desa ku ingin mebelaimu. Tapi batas syara’ menghalagiku. Hanya dengan menyuntingmu. Akuboleh mendekatimu.
Keindahanmu mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. Bagai biola para lelaki menyebut. Kemuliaan akhlakmu yang membuat ku terlarut. Sapa saja manismu aku makin terhanyut. Allah memang Maha Kuasa. Menciptakanmu sedemikian rupa. Yang pantas orang medamba. karena ada nilai yang berharga pada hambanya.